Hari Sabtu, 11 Januari 2020 adalah momen penting bagi para wisudawan XIV STT Bandung. Bertempat di Harris Hotel & Conventions, acara penuh hikmat dan takzim digelar penuh suka cita yang dimulai pukul 08.00 WIB.
Acara wisuda kali ini diikuti oleh 209 wisudawan, dengan komposisi sebagai berikut:
1. Wisudawan dari Prodi Teknik Industri sebanyak 113 orang;
2. Wisudawan dari Prodi Teknik Informatika sebanyak 70 orang;
3. Wisudawan dari Prodi Desain Komunikasi Visual sebanyak 26 orang.
Total wisudawan XIV ini lebih banyak daripada wisudawan XIII yang berjumlah 183 orang. Alhamdulillaah ... peningkatan ini patut disyukuri sebagai wujud kesungguhan semua pihak dalam menggalakkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rangkaian acara wisuda dibuka dengan penampilan Tari Jaipong. Sebuah tarian tradisional khas masyarakat Sunda yang terkenal dengan gerakannya yang lincah, energik, dan unik ini tampil memukau sebagai ungkapan selamat datang.Tarian ini sukses menambah suasana ruangan wisuda diliputi kekhasan yang mencerahkan. Wajah-wajah bahagia melebur dalam iringan alat musik dan gerakan para penari dari Unit Seni Tari STT Bandung.
Selanjutnya, acara dibuka secara resmi oleh ketua STT Bandung, kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama paduan suara STT Bandung. Suasana makin syahdu saat para hadirin diajak "mengheningkan cipta" sejenak. Tidak lama kemudian, paduan suara menyanyikan mars STT Bandung.
Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Muchammad Naseer, S. Kom., M.T., selaku ketua STT Bandung. Setelah menyampaikan laporan dan prestasi dosen selama tahun 2019, sambutan dilanjutkan oleh Bapak Dr. Dadang Hermawan selaku pembina yayasan, dan ada pula sambutan dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi.
Setelah sambutan-sambutan dari para petinggi, Bapak Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, M.B.A maju ke depan sebagai keynote speaker yang akan menyampaikan orasi ilmiahnya. Beliau adalah putra sulung Almarhum Bapak Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie, FREng, chairman PT Ilthabi Rekatama, dan Ketua Pelaksana Dewan TIK Nasional. Memandang wajah Bapak Ilham Habibie, ingatan langsung tertuju pada sosok intelektual kebanggaan Indonesia, Bapak BJ Habibie. Caranya bertutur, gaya dan sikap tubuh, sekilas mirip sang ayah. Beliau memaparkan orasi ilmiahtentang Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0.
![]() |
| Sumber foto: Ummi Aleeya |
Menurut Bapak Ilham Habibie, ada empat hal yang perlu diperhatikan oleh negara mana pun di dunia untuk mencapai potensi maksimal masa depan, yaitu:
1. Berinvestasi ke Human Capital;
2. Berinvestasi ke Ilmu; Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK);
3. Membina dan mendukung inovasi dan kewirausahaan;
4. Meminimalkan kemiskinan.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa inovasi untuk menjawab beberapa megatrends global yang mengubah dunia. Ada lima megatrends, yaitu:
1. Urbanisasi cepat,
2. Perubahan iklim dan kelangkaan sumber daya;
3. Pergeseran kekuatan ekonomi global;
4. Perubahan demografi dan sosial;
5. Gebrakan teknologi.
Tak bisa dimungkiri, ekonomi di masa mendatang akan dipengaruhi dan dibentuk oleh teknologi, inovasi, dan kewirausahaan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan kebutuhan yang timbul dari kelima megatrends ini.
Sungguh, ini adalah tugas yang tidak mudah. Inovasi adalah paradigma ekonomi masa depan. Inovasi harus tersambung dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul dalam bidang pengembangan teknologi. Mereka adalah indivudu berwawasan luas, warga yang menerapkan teknologi untuk mendapatkan solusi terhadap tantangan dan kebutuham baru dengan cara yang inovatif. Mereka inilah yang disebut inovator.
Membentuk sumber daya manusia itu adalah kunci, sistem dan proses pendidikan diubah untuk mencapai tujuan. Mengerti dan menguasai rincian teknologi, inovasi, dan kewirausahaan adalah kunci untuk pengembangan negara dan bangsa di masa mendatang.
MaasyaAllah ... seperti itulah seharusnya generasi muda penerus tongkat estafet bangsa. Unggul dalam bidang teknologi, tetapi tetap menjaga adat dan akhlak. Seperti para lulusan STT Bandung. Sebagai sekolah tinggi yang mencetak sosok-sosok unggul dalam bidang teknologi, STT Bandung menyiapkan para lulusannya siap menghadapi segala tantangan masa depan. Orasi ilmiah Bapak Ilham Habibie diharapkan dapat menambah semangat para wisudawan dan wisudawati, sekaligus menjadi bekal untuk membangun Indonesia lebih baik pada waktu yang akan datang.
Wisudawan Terbaik
Dalam acara wisuda XIV kali ini terpilih wisudawan terbaik di setiap prodi sebagai berikut.
Skripsi Terbaik TI
Mahasiswa : VIRGIAWAN CANDRA BHAKTI, S.T
Judul : Perancangan dan Pengembangan Hospital Transfer Bed Dengan Pendekatan Karakuri
Mahasiswa : INDRA RUKMANA, S.T
Judul : Optimasi Produksi Dyeing Finishing dengan Metode Integriter Linear Programming
Mahasiswa : ZAENAL UYUN, S.T
Judul : Perbaikan Produk Meja Belajar Lipat Multifungsi Ergonomis untuk Meningkatkan Motivasi dan Semangat Belajar Menggunakan Metode Kansei Engineering
Wisudawan Terbaik TI
Mahasiswa : DHEYU LAKSMI WULANDARI, S.T
Skripsi Terbaik TIF
Mahasiswa : DERI HERMAWAN, S.KOM
Judul : APLIKASI 3D VIRTUAL REALITY SEBAGAI MEDIA BANTU TERAPI ACROPHOBIA BERBASIS ANDROID
Mahasiswa : REGINA SUKMA CITRA, S.KOM
Judul : KLASIFIKASI UJARAN KEBENCIAN DEBGAN METODE NAIVE BAYES CLASSIFICATION DI SOSIAL MEDIA FACEBOOK BERBASIS WEB
Mahasiswa : YASTI AISYAH PRIMIANJANI, S.KOM
Judul : Rancang Bangun Sistem Pemutus Aliran Listrik Kwh Meter Pascabayar Berbasis Web Menggunakan Mikrokontroler.
Wisudawan Terbaik TIF
Mahasiswa : MUHAMMAD RIZAL MUTAQIN, S.KOM
Skripsi terbaik DKV
1. Andri Setiawan, S.Ds - Perancangan Aplikasi Rencana Anggaran Biaya Membangun Rumah
2. Bagus Arya Suseno, S.Ds - Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Publik dan Peta Wilayah RT 07 RW 08 Baleendah Kab. Bandung
3. Luthfi Alfaritzi, S.Ds - Perancangan Boardgame Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Barat Untuk Anak (usia 8-12 tahun) di Kota Bandung
Wisudawan Terbaik DKV
Tiffani Zeta D, S.ds
Yang menarik, ada pula wisudawan termuda dan tertua, yaitu:
1. Aulia Prima, lahir 1998
2. Budi Supriyadi, lahir 1971
Yang menarik, ada pula wisudawan termuda dan tertua, yaitu:
1. Aulia Prima, lahir 1998
2. Budi Supriyadi, lahir 1971
![]() |
| Sumber foto: STT Bandung |
![]() |
| Sumber foto: STT Bandung |
Dalam acara wisuda tersebut, ada juga penandatanganan MoU dengan PT Dirgantara Indonesia, Jasa Marga, dan Biofarma. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengucapan janji wisudawan.
![]() |
| Detik-detik Penyebutan Wisudawan Terbaik Sumber foto: Vie Asano |
Menjelang acara berakhir, ada pembacaan puisi untuk orang tua, menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan lagu Syukur. Selanjutnya pembacaan doa dan penutupan rapat senat terbuka.
Alhamdulillaah ... sekitar pukul 12.00 rangkaian acara penuh hikmat dalam wisuda XIV tuntas seluruhnya. Semoga para wisudawan dan wisudawati mampu menjaga amanah sebagai generasi penerus bangsa yang inovatif, pemimpin masa depan yang terjaga selalu oleh Allah SWT. Aamiin.
*liputan online: Wisuda XIV STT Bandung, Campus of Innovation, Campus of Technology, Campus of Design, Campus of Creativity, Campus of Future Leader.











